Program Studi S2 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan industri melalui penyelenggaraan kuliah tamu bertema “The Role of Accounting in Carbon Disclosure and Sustainability Performance”. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (13/5/2026) tersebut terlaksana berkat kolaborasi dengan Ikatan Akuntan Indonesia Komisariat Malang Raya.

Kuliah tamu ini menghadirkan Efraim Sitinjak, ST., MT., CSRS., GRCP, Associate Director of Deloitte Konsultan Indonesia sebagai narasumber. Selain itu, keynote speech disampaikan oleh Prof. Dr. Puji Handayati, S.E.Ak, M.M., CA, CMA, Ketua Ikatan Akuntan Indonesia Komisariat Malang Raya dan dipandu oleh moderator Dwi Narullia, S.E., M.S,A., CSRS, Dosen Departemen Akuntansi.

Kegiatan tersebut memperoleh respons yang sangat tinggi dari mahasiswa dan akademisi. Tercatat sebanyak 254 peserta mengikuti kuliah tamu ini yang berasal dari sekitar 20 perguruan tinggi, , instansi pemerintah, hingga sektor profesional. Peserta didominasi oleh mahasiswa dari Universitas Negeri Malang sebanyak 72 peserta, diikuti Universitas Islam Malang sebanyak 44 peserta, serta Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sebanyak 36 peserta.

Ketua Program Studi S2 Akuntansi FEB UM, Dr. Makaryanawati, S.E., M.Si., Ak., CA, CSRS, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa isu sustainability dan carbon disclosure kini menjadi perhatian penting di kalangan mahasiswa akuntansi maupun praktisi.

Dalam pemaparannya, Efraim Sitinjak, ST., MT., CSRS., GRCP menjelaskan bahwa perkembangan standar pelaporan keberlanjutan global menuntut perusahaan untuk tidak hanya fokus pada laporan keuangan konvensional, tetapi juga mengungkapkan risiko dan peluang terkait keberlanjutan serta perubahan iklim. Ia menjelaskan bahwa IFRS S1 berfokus pada pengungkapan risiko dan peluang sustainability, sedangkan IFRS S2 secara khusus membahas pengungkapan terkait risiko iklim.

Selain itu, ia juga memaparkan bahwa implementasi ESG membutuhkan kolaborasi lintas divisi dalam perusahaan, mulai dari keuangan, audit internal, legal, SDM, hingga akuntansi. Menurutnya, profesi akuntan memiliki peran penting dalam mendokumentasikan transaksi ESG, memastikan kepatuhan terhadap standar, serta mengintegrasikan sustainability ke dalam pelaporan perusahaan.

Tidak hanya membahas konsep, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai dampak perubahan iklim terhadap laporan keuangan perusahaan. Risiko iklim dinilai dapat memengaruhi nilai aset, biaya operasional, investasi, hingga pengakuan kewajiban perusahaan.

Sementara itu, Ketua Departemen Akuntansi FEB UM, Diana Tien Irafahmi, S.Pd., M.Ed., Ph.D, menilai bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting untuk mempertemukan perspektif akademik dan praktik profesional. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali dengan pemahaman sustainability sejak dini karena arah profesi akuntansi kini semakin erat dengan isu ESG dan keberlanjutan bisnis.

Pada sesi keynote speech, Prof. Dr. Puji Handayati, S.E.Ak, M.M., CA, CMA menekankan bahwa transparansi karbon akan menjadi bagian penting dalam reputasi dan keberlangsungan perusahaan di masa mendatang. Ia juga menyoroti target penurunan emisi karbon Indonesia sebesar 31,8 persen pada tahun 2030 yang membutuhkan kesiapan dunia usaha dalam menerapkan sistem pelaporan keberlanjutan yang lebih akuntabel.

Melalui kegiatan ini, Program Studi S2 Akuntansi FEB UM berharap mahasiswa mampu memahami keterkaitan antara sustainability, risiko iklim, dan praktik pelaporan keuangan modern. Kuliah tamu tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap SDGs poin 4 tentang Quality Education melalui penguatan pendidikan yang adaptif terhadap tantangan global dan kebutuhan industri masa depan.

Translate »