Malang – Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (UM) menggelar rangkaian company visit ke Kantor Bea Cukai Malang, Giri Palma, dan PELANUSA di Malang Creative Center (MCC), Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan mata kuliah Internasionalisasi UKM yang dirancang untuk memberikan pengalaman empiris kepada mahasiswa doktoral terkait praktik pengembangan usaha berbasis global.
Sebanyak sekitar 30 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen pendamping mengikuti kegiatan tersebut. Melalui kunjungan lapangan, mahasiswa diajak memahami penguatan mekanisme ekspor, tata kelola perdagangan internasional, hingga potensi pengembangan industri UKM agar mampu bersaing di pasar global.
Belajar Regulasi dan Mekanisme Ekspor di Bea Cukai Malang
Dalam kunjungan pertama, rombongan diterima langsung Kepala Kantor Bea Cukai Malang Johan Pandores, S.Mn., M.M. Mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai peran Bea Cukai dalam mendukung aktivitas ekspor-impor, termasuk tata kelola dokumen perdagangan internasional, regulasi kepabeanan, serta tantangan administratif yang dihadapi pelaku usaha.
Diskusi juga membahas pentingnya pendampingan bagi pelaku UMKM dalam proses pengurusan dokumen ekspor agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan perdagangan global yang semakin kompleks. Selain itu, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai peluang dan potensi UKM lokal untuk berkembang ke pasar internasional melalui penguatan sistem ekspor yang lebih terintegrasi.

Memahami Strategi Bisnis dan Daya Saing di Giri Palma
Kunjungan dilanjutkan ke Giri Palma dan diterima langsung Owner Giri Palma, Made Raji Mahendra, S.E. Pada sesi tersebut, mahasiswa mempelajari bagaimana pelaku usaha membangun strategi bisnis, menjaga kualitas produk, membaca peluang pasar, serta melakukan adaptasi usaha di tengah perubahan industri dan persaingan global.
Mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya inovasi, keberlanjutan usaha, serta penguatan relasi bisnis dalam mendukung daya saing produk. Perspektif tersebut dinilai penting dalam mendorong UKM agar mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas akses pasar internasional.

Mengenal Social Entrepreneur di PELANUSA
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke PELANUSA di Malang Creative Center (MCC) yang diterima Endahing Noor Suryanti. Dalam sesi tersebut, mahasiswa mempelajari pengembangan UMKM berbasis komunitas dan ekonomi kreatif.
PELANUSA atau Pelangi Nusantara merupakan komunitas kriya yang aktif mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan, inkubasi usaha, serta pengolahan limbah tekstil menjadi produk bernilai ekonomi. Komunitas tersebut juga mengembangkan pendekatan social entrepreneur melalui pemberdayaan perempuan dan komunitas dalam sektor kriya tekstil.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa doktoral diharapkan mampu memahami praktik internasionalisasi UKM secara lebih komprehensif, mulai dari aspek regulasi, strategi bisnis, hingga pengembangan ekosistem kreatif dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan company visit tersebut juga menjadi bagian dari upaya PDIM FEB UM dalam memperkuat konektivitas antara perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan institusi pendukung perdagangan internasional guna mendorong lahirnya riset-riset terapan yang relevan dengan kebutuhan industri dan tantangan bisnis global.



Recent Comments